• (ANTI RAYAP) INTEGRATED TERMITE CONTROL


    • Rayap adalah serangga yang berbahaya bagi bangunan rumah kita, ada baiknya sebelum rumah dibangun area sekitar rumah sudah dilindungi dengan zat pembasmi dan penolak rayap, sehingga dalam 5 hingga 10 tahun bangunan kita akan terlindung dari serangan rayap.

      Tapi bila bangunan rumah sudah terlanjur jadi dan terjadi serangan rayap, kami siap membantu membasminya dengan tuntas dan melindungi rumah anda dari bahaya kerusakan lebih lanjut.
    • Berikut ini adalah metode yg paling efektif untuk pembasmian tuntas koloni rayap di bangunan anda:

    • I. SISTEM SEMPROT & INJEKSI (Chemical Barrier System /CBS)
      Penyemprotan (Spraying) dan Injeksi (Penyuntikan) dilaksanakan dengan aplikasi termisida (Chemical anti rayap) yang bersifat  non repellent sehingga sangat efektif memusnahkan koloni rayap sekaligus mencegah reinvestasi rayap.  Hal ini disebabkan rayap tidak bisa mendeteksi adanya termisida dan tidak berusaha menghindari kontaminasi.

      PROSEDUR PEKERJAAN
      Prosedur pekerjaan tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut :

    •  

    • 1. Pre- Construction
      a. Foundation Treatment (Pondasi)
      Tujuan : membuat lapisan penghalang agar koloni rayap di bawah tanah    tidak  
      bisa masuk ke bangunan melalui pondasi/lantai.

      Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
      i.  Penyemprotan galian pondasi dan dinding pondasi (3 liter/m2).
      ii. Penyemprotan pada tanah urug setelah pondasi terpasang secara bertahap   
      hingga seluruh pondasi tertutup oleh tanah urug.

      b. Soil Treatment (Lantai tanah)
      Tujuan : melindungi seluruh lantai bangunan dari kemungkinan naiknya rayap ke
      atas di kemudian hari.

      c. Wood Treatment (Kayu)
      Tujuan : melapisi kayu dengan termitisida sebelum di-finishing untuk   mencegah  
      adanya serangan di kemudian hari.

      2. Post-Construction


    • a. Foundation Treatment (Pondasi)
      Tujuan : membuat lapisan penghalang agar koloni rayap di bawah tanah tidak bisa
      masuk ke bangunan melalui pondasi/lantai.
      Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
      i.   Pengeboran lantai (diameter 8 mm) pada kedua sisi dari dinding pondasi    
      setiap   30-40 cm.
      ii.  Larutan termitisida kemudian diinjeksikan ke tiap lubang (2 liter) sehingga
      membentuk ikatan lapisan penghalang di dalam tanah.
      iii.  Dilakukan penutupan lubang dengan semen berwarna serupa dengan 
      warna  lantai


    • b. Wood Treatment (Kayu)
      Ditujukan untuk mengeliminasi rayap yang sudah menyerang bangunan sekaligus melapisi kayu pengganti sebelum di-finishing, dengan termitisida untuk mencegah adanya serangan di kemudian hari.

       

       

    •  

    •  


    • GARANSI

      Garansi berupa garansi pekerjaan ulang tanpa biaya jika selama berlakunya masa garansi masih ditemukan adanya serangan rayap tanah (Subterranean Termite) di bangunan yang telah dilakukan pengendalian sebelumnya oleh INDOPEST.

      INDOPEST tidak menggaransi penggantian kerusakan bangunan dan barang. Garansi ini akan gugur jika terdapat penambahan bangunan dan/ material bangunan baru yang mengandung kayu tanpa dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada pihak INDOPEST.

      Berdasarkan Surat Pemberitahuan DPP IPPHAMI (Ikatan Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia) tertanggal 1 Oktober 1997, maka jangka waktu pemberian garansi pengendalian rayap yang resmi di Indonesia untuk bangunan yang sudah jadi/yang sedang dibangun dengan kondisi lantai bangunan sudah ditutup semen, adalah selama 3 tahun terhitung semenjak pekerjaan pengendalian mulai dilaksanakan. Sedangkan untuk bangunan yang belum dibangun adalah 5 tahun terhitung semenjak pekerjaan pengendalian mulai dilaksanakan.

      II. SISTEM PENGUMPANAN

      Metode : Termite Baiting System (TBS) dengan menggunakan metode pengumpanan IGR.

      Cakupan hama : Rayap Tanah (Subterranean Termite) jenis Coptotermes Sp.

      PROSEDUR PEKERJAAN

      a. Installation
      Dilakukan pemasangan seluruh sistem pengumpanan pada lokasi meliputi :
      • In-Ground Station
      Stasiun umpan yang ditanam ke dalam tanah di sekeliling bangunan setiap ± 5 m. Stasiun umpan berisikan kayu umpan untuk memancing rayap yang sedang mencari makanan terus menerus selama 24 jam secara acak (foraging & random).

      • Above-Ground Station
      Stasiun umpan yang dipasang langsung pada bangunan yang terserang. (hanya dipasang jika sudah ada serangan rayap aktif di bangunan). Berisikan langsung racun rayap berbentuk tissue yang disukai rayap.

      b. Monitoring
      Dilakukan pemeriksaan rutin pada In-Ground Station tiap 2 minggu sekali. Jika ditemukan adanya serangan rayap aktif pada kayu umpan, maka kayu umpan diganti dengan recuit II. Monitoring juga dilakukan pada Above-Ground Station untuk memastikan apakah umpan telah termakan dan jumlah umpan masih mencukupi sampai monitoring selanjutnya. Pada saat melakukan monitoring, dilakukan pula inspeksi pada area disekitar station dan area kritikal lainnya untuk mengetahui adanya infestasi rayap baru.

    • c. Elimination
      Dilakukan pemeriksaan rutin & penambahan tissue di dalam In-Ground & Above-Ground Station tiap 2 minggu sampai koloni rayap habis tereliminasi (umumnya 3-6 bulan).

      d. Monitoring Lanjutan
      Setelah proses eliminasi koloni selesai, teknisi akan tetap melakukan monitoring pada Above-Ground Station dan mengganti Recruit II pada In-Ground Station dengan WMD / kayu umpan kembali. Pemeriksaan In Ground Station kembali dilakukan tiap 2 bulan sekali.

    • Kembali ke atas ...

 

Anti Rayap Surabaya, Termite Control Surabaya, Pembasmi Rayap Surabaya
Anti Rayap Sidoarjo, Termite Control Sidoarjo, Pembasmi Rayap Sidoarjo
Anti Rayap Gresik, Termite Control Gresik, Pembasmi Rayap Gresik
Anti Rayap Pasuruan, Termite Control Pasuruan, Pembasmi Rayap Pasuruan
Anti Rayap Mojokerto, Termite Control Mojokerto, Pembasmi Rayap Mojokerto
Anti Rayap Lamongan, Termite Control Lamongan, Pembasmi Rayap Lamongan
Anti Rayap Bangkalan, Termite Control Bangkalan, Pembasmi Rayap Bangkalan
Anti Rayap Papua, Termite Control Papua, Pembasmi Rayap Papua