• INDOPEST INTEGRATED TERMITE CONTROL



  • I. SISTEM SEMPROT & INJEKSI (Chemical Barrier System /CBS)
    Penyemprotan (Spraying) dan Injeksi (Penyuntikan) dilaksanakan dengan aplikasi termisida (Chemical anti rayap) yang bersifat  non repellent sehingga sangat efektif memusnahkan koloni rayap sekaligus mencegah reinvestasi rayap.  Hal ini disebabkan rayap tidak bisa mendeteksi adanya termisida dan tidak berusaha menghindari kontaminasi.

    PROSEDUR PEKERJAAN
    Prosedur pekerjaan tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  •  

  • 1. Pre- Construction
    a. Foundation Treatment (Pondasi)
    Tujuan : membuat lapisan penghalang agar koloni rayap di bawah tanah    tidak  
    bisa masuk ke bangunan melalui pondasi/lantai.

    Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
    i.  Penyemprotan galian pondasi dan dinding pondasi (3 liter/m2).
    ii. Penyemprotan pada tanah urug setelah pondasi terpasang secara bertahap   
    hingga seluruh pondasi tertutup oleh tanah urug.

    b. Soil Treatment (Lantai tanah)
    Tujuan : melindungi seluruh lantai bangunan dari kemungkinan naiknya rayap ke
    atas di kemudian hari.

    c. Wood Treatment (Kayu)
    Tujuan : melapisi kayu dengan termitisida sebelum di-finishing untuk   mencegah  
    adanya serangan di kemudian hari.

    2. Post-Construction


  • a. Foundation Treatment (Pondasi)
    Tujuan : membuat lapisan penghalang agar koloni rayap di bawah tanah tidak bisa
    masuk ke bangunan melalui pondasi/lantai.
    Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
    i.   Pengeboran lantai (diameter 8 mm) pada kedua sisi dari dinding pondasi    
    setiap   30-40 cm.
    ii.  Larutan termitisida kemudian diinjeksikan ke tiap lubang (2 liter) sehingga
    membentuk ikatan lapisan penghalang di dalam tanah.
    iii.  Dilakukan penutupan lubang dengan semen berwarna serupa dengan 
    warna  lantai


  • b. Wood Treatment (Kayu)
    Ditujukan untuk mengeliminasi rayap yang sudah menyerang bangunan sekaligus melapisi kayu pengganti sebelum di-finishing, dengan termitisida untuk mencegah adanya serangan di kemudian hari.

     

     

  •  

  •  


  • GARANSI

    Garansi berupa garansi pekerjaan ulang tanpa biaya jika selama berlakunya masa garansi masih ditemukan adanya serangan rayap tanah (Subterranean Termite) di bangunan yang telah dilakukan pengendalian sebelumnya oleh INDOPEST.

    INDOPEST tidak menggaransi penggantian kerusakan bangunan dan barang. Garansi ini akan gugur jika terdapat penambahan bangunan dan/ material bangunan baru yang mengandung kayu tanpa dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada pihak INDOPEST.

    Berdasarkan Surat Pemberitahuan DPP IPPHAMI (Ikatan Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia) tertanggal 1 Oktober 1997, maka jangka waktu pemberian garansi pengendalian rayap yang resmi di Indonesia untuk bangunan yang sudah jadi/yang sedang dibangun dengan kondisi lantai bangunan sudah ditutup semen, adalah selama 3 tahun terhitung semenjak pekerjaan pengendalian mulai dilaksanakan. Sedangkan untuk bangunan yang belum dibangun adalah 5 tahun terhitung semenjak pekerjaan pengendalian mulai dilaksanakan.

    II. SISTEM PENGUMPANAN

    Metode : Termite Baiting System (TBS) dengan menggunakan metode pengumpanan IGR.

    Cakupan hama : Rayap Tanah (Subterranean Termite) jenis Coptotermes Sp.

    PROSEDUR PEKERJAAN

    a. Installation
    Dilakukan pemasangan seluruh sistem pengumpanan pada lokasi meliputi :
    • In-Ground Station
    Stasiun umpan yang ditanam ke dalam tanah di sekeliling bangunan setiap ± 5 m. Stasiun umpan berisikan kayu umpan untuk memancing rayap yang sedang mencari makanan terus menerus selama 24 jam secara acak (foraging & random).

    • Above-Ground Station
    Stasiun umpan yang dipasang langsung pada bangunan yang terserang. (hanya dipasang jika sudah ada serangan rayap aktif di bangunan). Berisikan langsung racun rayap berbentuk tissue yang disukai rayap.

    b. Monitoring
    Dilakukan pemeriksaan rutin pada In-Ground Station tiap 2 minggu sekali. Jika ditemukan adanya serangan rayap aktif pada kayu umpan, maka kayu umpan diganti dengan recuit II. Monitoring juga dilakukan pada Above-Ground Station untuk memastikan apakah umpan telah termakan dan jumlah umpan masih mencukupi sampai monitoring selanjutnya. Pada saat melakukan monitoring, dilakukan pula inspeksi pada area disekitar station dan area kritikal lainnya untuk mengetahui adanya infestasi rayap baru.

  • c. Elimination
    Dilakukan pemeriksaan rutin & penambahan tissue di dalam In-Ground & Above-Ground Station tiap 2 minggu sampai koloni rayap habis tereliminasi (umumnya 3-6 bulan).

    d. Monitoring Lanjutan
    Setelah proses eliminasi koloni selesai, teknisi akan tetap melakukan monitoring pada Above-Ground Station dan mengganti Recruit II pada In-Ground Station dengan WMD / kayu umpan kembali. Pemeriksaan In Ground Station kembali dilakukan tiap 2 bulan sekali.

  • Kembali ke atas ...